11.05.2020

Review Nacific Calendula Real Floral Toner, Toner Terfavorit [Perbandingan Nacific Versi Baru dan Lama]

Hai tidak terasa ya sudah bulan November lagi. I think this year bisa jadi the most difficult life for all of us especially millennials, right? I hope you guys stay safe and healthy terus yaaa♥️

Oke sesuai judulnya akhirnya bulan ini aku mulai nulis beauty review lagi yaitu toner favoritku yang kayanya udah dipake 2 tahun lebih walaupun sempat on/off pakenya. Pertama kali pakai toner ini dipertengahan tahun 2018 dan langsung suka sama hasilnya, bahkan aku mau review loh udah ada banyak daftar draft yang akan aku post waktu itu. Tapi ternyata terakhir nulis di blog ini juga tahun 2018 :')

drafts yang tadinya mau dipost tapi ga sempat :')

Nah ga lama dari situ aku sempat ganti toner jadi TBS yang rose petal itu juga bagus banget untuk kulit yang kering soalnya kondisi kulitku waktu dulu kering banget. Tapi sekitar pertengahan 2019 kemarin karena stress dan jam tidur yang super duper kacau, pertama kali dalam seumur hidup wajahku jadi breakout parah banget. Setelah 6 bulan berobat ke dokter spesialis kulit dengan berbagai macam cream dan obat–obatan, masih muncul jerawat baru yang bekasnya susah banget dihilanginnya. Akhirnya awal 2020 aku memutuskan buat lepas dari obat dokter itu dan mulai pakai skincare gentle yang biasa aku pakai dulu. Nah pertengahan 2020 aku inget nih sama si nacific calendula floral toner ini cuma pas aku browsing di sociolla dan e–commerce lain nacific calendula real floral toner ini udah jarang banget adanya yang rose, tapi setelahku baca review sepertinya lebih oke calendula.

Nah yang versi calendula ini ada di shopeenya nacific tapi pengiriman mereka dari Korea yang berarti sekitar 1 mingguan baru sampe sini. Tapi karena urgent banget aku butuh toner karena masih breakout aku beli yang varian fresh herb di sociolla dan hasilnya itu juga cocok. Setelah si fresh herb tonerku udah mau abis aku pesan lah si calendula toner.

beda–beda semua warna calendulanya kecuali yang paling kiri itu sudah habis hehehe

Pertama buat coba dulu masih cocok atau ga, aku beli yang satu botol harganya sekitar 220ribuan dan baru sampai sekitar 1 minggu. Setelah pemakaian beberapa minggu masih cocok akhirnya aku beli lagi yang paket 3 pcs harganya jauh lebih affordable yaitu 340ribuan! Tapi ternyataaa waktu datang lihat deh gambar di atas warnanya beda–beda semua. Kenapa? Yuk lanjut lihat reviewnya👇🏻

PACKAGING

packaging terbaru tidak ada tulisan natural pacific dibawahnya

Dari bentuk dan dusnya aku rasa masih sama dengan yang pertama kali aku beli bentuk tabung simple dengan tutup botol ulir, tapi kalau diperhatikan ada yang beda loh! Jadi kenapa bisa beda–beda, ternyataa toner pertama yang aku beli itu kan bukan special price jadi dapat produk terbaru yang packagingnya sudah tidak ada tulisan natural pacific. Sedangkan yang 3pcs kan special price jadi aku dapat batch produk yang lama dan masih ada tulisan natural pacificnya, exp datenya juga jauh lebih dekat dibanding yang sebelumnya, selain itu produsen produknya juga beda loh. Makanya aku habisin yang versi lama dulu walaupun belinya belakangan.

DETAIL AND TEXTURE

exp date yang nacific terbaru beda 1 tahun dengan produksi sebelumnya

ga cuma warnanya aja tapi teksturnya juga berbeda

Untuk detail dan teksturnya kelihatan berbeda kan dari warna kelopak calendulanya yang baru itu warnanya pucat sedangkan produksi batch lama lebih mencolok. Tekstur dari kedua toner ini walaupun sama–sama cari bila dibandingkan lebih teliti lagi terasa berbeda loh.
tekstur calendula real floral toner nacific yang baru

Untuk yang versi calendula floral toner terbaru dari nacific ini walaupun cair tapi teksturnya masih agak thick jadi tidak terlalu cair banget dan rasanya lebih mudah jika dipakai menggunakan tangan. Soalnya kan fresh floral toner ini tipe hydrating jadi aku lebih suka pakai langsung tanpa menggunakan cotton pad. Ketika dipakai diwajah toner ini jauh lebih cepat meresap dan kering karena teksturnya yang tidak terlalu cair dan wanginya juga jauh lebih kalem sedikit dibanding versi sebelumnya.
tekstur calendula real floral toner nacific versi lama

Nah yang versi lama ini jauh lebih cair, jadi teksturnya runny dan agak sulit kalau pakai toner ini di tangan. Ketika digunakan diwajah rasanya seperti menggunakan air dan biasanya jadi agak kebanyakan tuang tonernya, selain itu yang versi lama keringnya juga agak lama tapi plus pointnya aku merasa produk ini lebih melembabkan.

perbandingan teksturnya ketika di sebar

Dari foto ini bisa terlihat kan kalau yang versi baru jauh lebih thick teksturnya dibanding yang versi lama makanya yang versi terbaru ini jauh lebih cepat meresapnya.

CONCLUSION
[My Honest Review]

*New* Nacific Calendula Real Floral Toner

Pros:

+ lebih mudah digunakan karena tidak terlalu cair

+ cepat meresap

+wanginya jauh lebih kalem

Cons:

– tidak selembab versi lama

– jelas karena produksi batch baru harganya jadi lebih mahal [beli disini]


*Old* Nacific Calendula Real Floral Toner

Pros:

+ melembabkan kulit

+ harganya jauh lebih affordable dengan special price bisa beli di shopee nacific

Cons:

– agak sulit digunakan karena terlalu cair jadi banyak produk yang keluar dari packaging [jadi lebih boros]

– tekstur yang terlalu cair membuat produk ini agak lama kering di wajah

Honestly kalau disuruh milih aku suka dua–duanya karena fungsinya masih sama aja bisa bantu menghilangkan bruntusan, jerawat, dan melembabkan, tapi jelas aku lebih prefer yang versi terbaru karena jauh lebih mudah dipakainya dan cepat meresap, walaupun tidak terlalu melembabkan seperti versi sebelumnya tapi bisa dilayer kok untuk pemakaiannya.

10.14.2020

Jadwal Kacau, Mulai Coba Buat Struktur Jadwal Deh!


    Hai entah kenapa lagi linglung karena terlalu bersemangat, kebanyakan ide atau bagaimana aku sampai daftar 2 webminar di tanggal dan jam yang berdekatan dong, dan parahnya lagi aku lupa kalau webminarnya hari ini :( Shock banget tadi pas jam webminarnya aku masih santai–santai menikmati makan malam terus baru selesai mandi dan baru ingat kalau hari ini tanggal 14! Sedih banget padahal webminar yang satunya terlihat sangat menarik jadi semacam tentang creative business strategy during crisis gitu, huft oke mulai sekarang sepertinya harus kembali memulai tulis jadwal di planner lagi seperti zaman kuliah. Buat kalian sesibuk apapun atau sekosong apapun jadwal kalian boleh deh coba buat planner, biarin kegiatannya cuma rebahan, makan, mandi menurutku penting banget untuk keep on track jadwal kalian biar ga kaya saya hehehe. Oh iya dan tentunya setelah atur jadwal pasti kita lebih bisa nemuin nih celah–celah free time yang bisa kita manfaatkan buat kegiatan lain yang positif.

    Ngomong–ngomong tentang planner ada juga nih alternatif lain, aku jadi inget pernah nonton salah satu youtuber favoritku namanya JEM, kalau kalian suka tipe video aesthetic pasti seneng banget liat videonya karena mostly singkat dan dia selalu rekomendasi app, dokumenter, dan lain–lain yang menurutku bagus–bagus juga. Di salah satu videonya "10 things that improve my life! (apps, books, skincare)" dia ada promosiin app yang namanya Owaves. Jadi Owaves itu app yang membantu kita untuk time blocking kegiatan kita dalam satu hari sehingga kita bisa membuat struktur jadwal kegiatan kita. Interfacenya unik dan bisa dicustomize sesuai style kalian.

    Dan ternyata setelah aku lihat lebih detail lagi aplikasi ini sudah dirilis sejak tahun 2014 loh dan bahkan ada review kalau aplikasi ini ADHD friendly juga keren banget kan. Aplikasi ini dapat diunduh gratis di iOS, sedangkan untuk android dari websitenya masih versi beta dulu yang dapat diunduh sementara. Hmmm sepertinya aku mau coba download dulu deh nanti aku akan buat review pengalamanku selama menggunakan aplikasi ini.



10.10.2020

World Mental Health Day 2020

    Akhir–akhir ini istilah mental health jadi sering banget dibahas, positifnya saat ini orang–orang sudah mulai meningkatkan awarenessnya terhadap kesehatan mental. Terutama sejak situasi pandemi saat ini mulai banyak orang yang mencari aktifitas positif untuk memberikan perkembangan pada diri sendiri agar lebih sehat dan bahagia. Perasaan tertekan dan stress yang melanda banyak orang dengan suasana yang tidak terprediksi ini tentunya membuat kita ingin segera keluar dari zona tersebut agar dapat menunjukkan potensi kita pada suatu bidang tertentu yang kita tekuni. Oh iya aku juga punya beberapa kegiatan yang bisa kalian lakukan untuk menjaga kesehatan mental yang selama ini aku lakukan nih:

Berry Muesli, Mushroom Pizza, Fusilli with Bok Choy, Vegan Cinnamon Roll, Vegan Chocochip Cookies, Aglio e Olio Pasta 

1. Makan makanan yang sehat, bergizi, dan enak [good food = good mood]


2. Olahraga [jalan kaki keliling–keliling lihat pemandangan, sepeda, cardio ringan atau bahkan bersih–bersih juga cukup asal gerak aja tiap hari]


3. Me–time [baca buku, nonton film/series tapi jangan marathon juga malah stress kecuali acara ringan dan durasinya singkat, denger lagu, DIY project, tentunya nulis di blog ini hehehe]


4. Tidur nyenyak [ga usah dideskripsiin begitu dapet tidur nyenyak pasti kamu akan merasa jauh lebih baik] 

    Aku sendiri orang awam yang tidak ahli untuk membahas kesehatan mental hanya ingin berbagi saja ide kegiatan menyenangkan yang biasa aku lakukan secara singkat. Tapi sejujurnya kadang aku sendiri juga masih struggle dengan kesehatan mental sendiri biasanya karena faktor eksternal sih, cuma aku mau mengucapkan "Happy World Mental Health Day" untuk kalian semua yang membaca post ini. "Life is tough... but so are you" judul dari buku karya Heather Stillufsen ini emang tepat banget. Kapan pun, dimana pun, dan sesulit apapun masalah yang sedang dihadapi kamu harus selalu ingat kalau kita semua berharga coba berusaha melihat hal positif yang ada.

ternyata aku pernah tulis ini tahun lalu, and yes "your mental health should be a priority"


10.09.2020

Kegiatan Masak Selama #DIRUMAHAJA

    Hari ini entah mengapa lagi merasa produktif banget. Dari pagi walaupun bangun telat banget hampir jam 9 deh kayanya tapi aku masih sempat untuk membuat sarapan favoritku aglio olio pasta! Ga sampe disitu setelah sarapan langsung deh sendokin es krim bulet–bulet untuk buat mochi ice cream yang resepnya baru dicari pas baru bangun tidur. Setelah adonan mochi jadi terus kukus dan dibentuk–bentuk deh setelah dingin. Tapi alhasil gagal, kayanya terlalu bersemangat sampe mochinya ketipisan dan akhirnya putus :( es krim juga keburu cair akhirnya bentuknya ga karuan but rasanya masih enak banget.

    Seneng banget sejak pandemi dan karantina kebetulan aku tinggal di rumah terus dari masih kerjain tugas akhir sampai selesai. Alhasil dapur di rumah menjadi tempat andalanku buat coba–coba resep. Kalau dihitung–hitung kayanya udah banyak banget sih menu masakan yang udah berhasil aku buat dari cookies, pancake. toppoki, cinnamon roll, roti, chicken strip, onion ring, pasta, sampe mochi es krim ini. Rencananya aku mau coba buat resep–resep tapi pakai ilustrasi lucu gitu, maklum kalau masak tuh ga bisa buat yang cantik pasti aja bentuknya ga rapi tapi yang penting rasanya enak kan. Selain itu kalau mau rekam masak di dapurku agak susah karena sempit juga jadinya aku kasih gambarannya lewat ilustrasi yang akan ku gambar sendiri, gimana kalian tertarik? Ditunggu yaaa :)

10.08.2020

Random Thought

8 Oktober 2020

Waktu sudah menunjukkan hampir jam 10 malam. Dimasa yang sulit saat pandemi ini dan berita–berita demonstrasi yang sudah terjadi sejak awal minggu ini sejak ditetapkannya UU Cipta Kerja terbaru yaitu Omnibus Law.

Sejujurnya aku ga terlalu mengerti sih jadi tidak berani berkomentar. Bukannya malas atau bagaimana, mungkin aku masih harus belajar dulu. Harus berpikir lebih jernih lagi dengan keadaan tenang.

Kalau lihat di berita sih jangan sampai kita terjebak dengan pesan hoax yang semakin mudah menyebar di sekitar kita dibandingkan berita yang sebenarnya. Kita memang negara demokrasi, rakyat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Memang perwakilan rakyat kita sedang kurang baik melihat tingkah laku mereka di rapat kemarin. Demonstran juga, janganlah kalian rusak fasilitas–fasilitas dan perkantoran yang sudah dibangun, aku rasa kita sama–sama sedang menghadapi kritis terutama pada saat ini.

Toh kita sama–sama manusia yang mungkin sedang membuat kesalahan dan menyesal di kemudian hari bukan?

Hmmm sudah malam, waktunya istirahat, tenangkan hati dan pikiran. Jangan lupa bersyukur karena masih diberi kesempatan menikmati hari ini, berdoalah untuk menjadikan hari esok yang lebih baik dan cerah, untuk kamu, aku, dan kita semua.

10.07.2020

Fitur Rahasia untuk Mengubah Ikon Aplikasi Instagram [Merayakan Ulang Tahun ke–10 Instagram]

Happy birthday untuk Instagram yang sudah menemani semua orang di seluruh dunia mengekspresikan dirinya melalui galeri foto selama 10 tahun!! Yup tepatnya tanggal 6 Oktober 2020 kemarin aplikasi sosial media untuk mengunggah foto dan video ini genap berusia satu dekade. Sebagai Instagram user yang sudah cukup lama saya merasa aplikasi ini sudah memiliki banyak fitur baru dan jauh berkembang, tentunya dengan teknologi mereka yang semakin keren. Dari aplikasi sosial media untuk mengunggah foto atau video sehari–hari bagai album digital dengan bentuk 1:1 saja, sekarang Instagram sudah memiliki fitur story, live, IGTV, filter, nametag, business/creator account, dan fitur keren lainnya. Buat yang belum tahu di ulang tahun Instagram saat ini terdapat fitur rahasia yaitu mengubah ikon aplikasi. Cocok banget buat kalian yang kangen sama ikon aplikasi jadul Instagram, seperti saya yang kangen banget dengan ikon mereka di tahun 2011.

Masih inget waktu ikon aplikasi Instagram ganti di tahun 2016 rasanya sedih nyess gimana gitu *maaf lebay tapi beneran sedih waktu itu :( But finally akhirnya ku bisa pake ikon ini lagi YEAY🥳

Buat yang belum tahu caranya pastikan kalian sudah update aplikasi Instagram kalian dengan versi terbaru. Setelah aplikasi kalian sudah terupdate berikut langkah untuk mengakses fitur rahasia app icon ini:
1. Buka aplikasi Instagram pada perangkat kalian kemudian ke halaman profil Anda

2. Pilih menu kalau untuk iOS yang tiga garis horizontal di kanan atas, pokoknya button untuk menampilkan menu settings/pengaturan

3. Pilih menu settings/pengaturan
4. Scroll halaman pengaturan dari atas ke bawah terus menerus sampai muncul deretan emoji–emoji
5. Setelah berhasil mencapai emoji terakhir dan keluar confetti🥳🎉 selanjutnya kamu bisa deh mengakses halaman app icon dan memilih ikon mana yang ingin digunakan di perangkat kalian!

Untuk jelasnya bisa lihat di video ini yaaaa^^



Nah berikut 13 pilihan ikon aplikasi yang beragam bisa kalian pilih sesuai dengan style dan personality kalian biar makin kece. Selamat mencoba!😎

10.06.2020

Pengalaman Nulis: Yuk Mulai Menulis di Blog Pribadi! [well, hello again :)]

    Hai sudah lama sekali tidak menyempatkan waktu mengurus blog ini, tapi dimasa pandemi ini mulai berusaha untuk bisa improve diri sendiri jadi lebih baik lagi salah satunya berusaha rajin lagi nulis disini. Rasanya blogspot sekarang udah tidak seramai dulu ya atau saya yang kurang aktif(?) hehehe apalagi sekarang kalau mau cari review product jauh lebih mudah lewat website review, youtube atau Instagram dari "content creator" atau "influencer" favorit kalian. Jadi aku mau coba cerita–cerita aja dulu kali ya kenapa mau mulai nulis lagi berdasarkan pengalamanku.


1. Menulis Blog serasa Menulis Journal

Sebenernya aku bukan tipikal yang suka nulis journal atau buku harian gitu sih tapi ada beberapa event atau waktu yang bikin aku seneng, sedih, atau hal–hal yang membuat aku sadar kalau aku bisa jadi orang yang lebih baik lagi. Setelah semakin tumbuh dari remaja hingga dewasa saat ini aku mulai melihat perspektif baru untuk menulis blog.

Setelah mulai nulis di platform ini berasa seneng banget soalnya berasa bisa jadi diri sendiri aja karena teman atau keluarga juga gak ada yang tahu, apalagi kalau ada yang kasih komentar positif rasanya sangat senang karena ada orang yang membaca tulisan di blog ini. Cuma ya karena si penulis blog ini alias saya mageran dan sulit nyisain waktu menulis apalagi saat kuliah jurusan desain tugasnya tidak ada henti jadilah blog ini terbengkalai sampai kayanya udah ga ada yang baca tulisan saya. Bukan apa–apa tapi emang saya ga pernah post apa–apa lagi hehehe. Jadi intinya aku sadar semakin bertambahnya umur udah bukan remaja lagi, saya rasa blog jauh lebih enak, ada fitur timeline atau labels untuk melihat kembali tulisan kita sendiri seiring waktu, dan menurutku platform ini bisa jadi tempat untuk menceritakan pengalaman buat kalian yang suka nulis dan pengen berbagi informasi menarik tanpa perlu malu–malu seperti kalian tulis cerita pengalaman dengan jujur dan nikmati waktu menulis tanpa jadi beban yah.

2. Blog Pribadi dari Aku, untuk Aku, dan oleh Aku

Sejujurnya awal nulis blog tuh karena seneng aja lihat pengalaman orang–orang dan informasi yang mereka kasih terkait produk entah kecantikan, kesehatan, studi, fashion, dan sebagainya. Akhirnya aku iseng lah mulai buat blog di blogspot ini sejak tahun 2013–2014, waktu itu aku masih baru masuk SMA pengen coba aja hal baru apalagi melihat banyak blogger yang sudah sukses bahkan dapat penghasilan atau hadiah. Yah namanya mindset anak remaja ya pasti pengen dong bisa sukses nulis di blog pribadi dan membagikan post yang informatif untuk orang yang baca blog kita.

Namun mindset itu udah berubah sekarang, saya rasa menulis blog atau melakukan apapun jangan berfokus pada profit atau kesenangan material yang ingin didapatkan tapi bagaimana kita sendiri bisa bertumbuh dan berkembang baik. Benefitnya gimana kita bisa membuat orang tertarik dengan apa yang kita tulis di blog, kan namanya blog pribadi jadi cukup menjadi diri sendiri, jadilah orang yang memberikan informasi tepat serta dampak yang baik harus perhatikan etika juga yaa jangan sembarangan memberikan komentar negatif yang dapat memicu permasalahan. Jadikan blog pribadi sebagai tempat untuk menuangkan ide dan pengalaman serta isi hati yang baik tanpa manipulasi.

3. Percaya Diri

Cukup jadi diri sendiri dan tentunya percaya diri. Inget banget pertama kali aku buat blog pribadi ada rasa takut dan malu, kenapa? Takut dan malu kalau ga ada yang baca, takut dan malu kalau ketahuan teman atau orang yang kita kenal, Itu yang buat aku agak maju mundur sih pas nulis blog, ga pernah cerita juga ke orang–orang karena ngerasa ga teman dekat juga yang enak untuk diajak cerita. Tapi saatnya sekarang berubah jangan takut–takut lagi ya kalian coba percaya diri aja, sekarang udah mulai set pikiran mau ada yang baca atau ga aku akan tetap terus menulis kan seperti poin sebelumnya ini journalku, blog pribadi dari aku, untuk aku, dan oleh aku hehehehe maruk yaaa tapi ya begitu kenyataannya yang penting terus semangat dan konsisten, kalau ada yang suka dan merasa terbantu ya itu bagus artinya kalian memberikan positive and good impact for other.

4. Mulai Kapan Aja

Dulu aku mikir duh telat banget deh masa baru tahun 2014 nulis blog sedangkan yang lain udah dari tahun 2009 jelas viewers dan followersnya lebih banyak. Atau wah blogger ini umurnya udah 18 tahun, udah 20 tahun makanya lebih banyak pengalamannya sampe mikir oke pas umur segituan deh baru aktifnya mungkin aku masih terlalu muda. Nyatanya di tahun 2020 ini banyak banget kan influencer atau youtuber mudah yang umurnya masih dibawah 17 tahun udah bisa buat konten yang oke banget, sedangkan saya sekarang udah 22 tahun masih mengabaikan apa yang udah dibuat sejak 2014. Intinya jangan berpikir aku telat nih join platformnya, aduh aku kemudaan atau ketuaan dibanding yang lain, huft dijamin nyesel deh kaya saya :(, tapi ya sudah berlalu masih bersyukur sudah sadar sekarang buat jadi lebih berani dan ga takut, hidup itu ga semudah yang dikira hehehe jadi ga ada kata terlambat siapapun bisa mulai kapan aja karena kalau belum pernah coba dalam hidup kalian kapan lagi.


Jadi sekian dulu poin kenapa kalian harus mulai nulis blog pribadi, gak peduli siapa kalian, umur, dan waktu ga ada salahnya mencoba dulu. Salam dari aku yang agak sedikit menyesal karena ga konsisten nulis blog =).